
Anggota Perkumpulan
Irvan Maulana
Backend Architect
Arsitek backend yang sudah membangun sistem authentication, payment integration, dan platform pemerintah skala provinsi. Dua belas tahun memikirkan sistem yang harus hidup di production — bukan yang harus impressive di slide.
Jejak Kerja
Irvan memulai sebagai Team Lead di PT eBdesk Teknologi pada 2016 — tapi yang lebih penting, dia menghabiskan 4.5 tahun di sana dengan progression yang konsisten: Team Lead, lalu Project Manager, lalu Backend Engineer untuk media management intelligence, intelligence perceptions, email analysis, dan Peta Mudik. Range project yang luas membentuk pola pikir yang dia bawa hingga sekarang: setiap sistem punya konteks bisnisnya sendiri, dan engineer yang baik mulai dari memahami konteks itu.
Setelah eBdesk, Irvan masuk ke Bandung Fe Institute sebagai Senior Backend Specialist, lalu freelance di AssetData.io. Pada 2021, dia bergabung dengan Jabar Digital Service — tempat dia menghabiskan 4 tahun dengan trajectory yang signifikan: Senior Backend Engineer, lalu Technical/Software Architect (3.5 tahun), lalu Software Programmer. Selama di JDS, dia adalah salah satu arsitek di balik Sapawarga, super-app provinsi Jawa Barat yang dipakai jutaan warga.
Paralel dengan JDS, Irvan juga jadi Technical Lead Fazpass selama 3 tahun. Di sana, dia memimpin pengembangan multi-factor authentication platform dari nol ke production: arsitektur backend high-availability, integrasi dengan 30+ provider, real-time analytics dan telemetry, hingga implementasi passwordless authentication berbasis FIDO. Selama project ini, dia mengurangi biaya authentication enterprise hingga ~60% melalui dynamic vendor selection. Engineering yang harus benar pada banyak dimensi sekaligus.
Periode bersamaan, dia juga jadi Back End Engineer di OVO dan PT Finnet — keduanya project implementasi BI SNAP, regulasi payment system Indonesia. Pengalaman yang spesifik dan jarang dipunyai: bagaimana sistem teknis harus aligned dengan regulasi yang berubah.
Sejak 2023, Irvan menjalankan jalur founder-nya: Aerokidz, dan baru-baru ini Gogoda. Di Dartstudio, dia adalah Pegiat Circle yang masuk per-project saat ada engagement membutuhkan backend architecture depth, terutama untuk sistem yang harus hidup di production dengan margin error kecil — authentication, payment, atau infrastruktur kritis lainnya.