
Anggota Perkumpulan
Sheila Hana Azizah
Senior Full-Stack Engineer Pegiat
Senior full-stack engineer dengan 10+ tahun jam terbang dan 30+ produk dikirim ke production — dari payment platform untuk transfer internasional sampai sistem PPDB kota yang melayani 200.000+ pengguna. Tipe engineer yang sudah pernah lihat sistem patah di production, dan tahu apa yang harus diperbaiki sebelum itu terjadi.
Jejak Kerja
Sheila memulai karir profesionalnya pada 2015 — masih sambil lulus dari SMKN 1 Cimahi jurusan Software Engineering — sebagai Programmer di PT Informatika Reka Mandiri. Pekerjaan pertamanya bukan untuk startup atau corporate biasa: dia mengerjakan aplikasi untuk klien pemerintah, termasuk Bumdes (Kementerian Desa) dan AwakKapal (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Public sector engineering di awal karir mengajarkan disiplin yang sering hilang di environment lain: bahwa sistem yang dipakai untuk regulasi dan layanan publik tidak punya margin untuk shortcuts.
Paralel dengan kerja full-time, Sheila juga mulai mengambil freelance project — yang dia jalankan terus sampai hari ini, 10+ tahun kemudian, dengan 30+ produk yang sudah dikirim ke production lintas 7 industri: education, fintech, government, legal, investment, e-commerce, dan non-profit. Bukan pattern “tukang ngoding apa saja” — kalau dilihat per project, masing-masing punya substansi: APIs untuk Geenet Singapore (international client), inventory rambu lalu lintas dengan koordinat lat-long untuk Dishub KBB, payment integration untuk SINDIKASI dengan Xendit & Midtrans, dan lainnya.
Pada 2017-2018, Sheila masuk ke PT Crowde Membangun Bangsa — bahkan dia sudah ikut membangun versi pertamanya setahun sebelumnya saat di PT Mitra Media Aplikasi (SHIFT). Crowde adalah investment platform untuk agriculture startup, dengan model financing tiered risk-profit yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan petani pada rentenir. Salah satu project pertama yang punya impact sosial yang konkret, dan membentuk pemahaman Sheila bahwa engineering yang baik bukan tentang “tech stack yang keren” — tentang sistem yang bisa connect funder dengan recipient dengan integritas.
Periode 2019-2021 adalah fase ekspansi yang signifikan. Sheila mengerjakan multiple project paralel: legal firm automation di PT Lexar Karya Progresif (PT & HAKI registration dengan automated document generation), full-stack development di Lingkaran Education dengan Vue.js + Yii, backend untuk BRIMo di Wunderman Thompson, dan international client di Threefold Web Development (Geenet Singapore). Range stack-nya juga melebar di periode ini — bukan hanya Laravel, tapi Vue, Lumen, Yii, Ruby on Rails, dan lainnya, sesuai kebutuhan project.
Pada Juli 2020, Sheila mengambil step yang berbeda: dia jadi **Engineer Manager** di PT Satu Visi Kreasi Indonesia, managing tim 10 engineer untuk SIMAK — academic system dengan integrated payment gateway yang dipakai 100+ sekolah. Untuk pertama kalinya, dia tidak hanya menulis kode — dia juga bridging communication antara tim engineering dengan C-level executive untuk prioritize initiatives. Setahun di posisi ini cukup untuk memahami satu hal: engineering judgment tanpa komunikasi yang baik adalah engineering yang akan miskomunikasi dengan business decision-makers, dan itu kerugian untuk semua pihak.
Paralel dengan SIMAK, Sheila juga menjadi **Labs Mentor di RevoU** (2022-2023), melatih students soal agile workflow dan stakeholder communication. Mengajar adalah salah satu cara terbaik untuk articulate apa yang sudah dia kuasai secara intuitif — disiplin yang dia bawa ke setiap engagement berikutnya.
Pada Januari 2022, Sheila bergabung dengan **Flip.id** sebagai Backend Engineer — periode 3 tahun yang paling membentuk pemahaman dia tentang payment platform di skala. Dia rotated across multiple critical teams: Consumer App, Digital Product, dan Domestic & International Transfer. Stack-nya kombinasi PHP dan Golang (untuk microservices baru yang dia juga ikut initiate). Tools yang dia kerjakan setiap hari adalah enterprise-grade: Datadog untuk observability, Amplitude untuk product analytics, Braze untuk customer engagement, Google Pub/Sub untuk async communication, Sonarcube untuk code quality. Integrasi dengan tim lain — KYC, Fraud, Risk — adalah part of daily work, bukan special project. Di Flip.id, Sheila belajar pelajaran yang dia bawa terus: sistem yang menangani uang real orang harus dirancang dengan asumsi worst-case, bukan happy-path. Postmortem, incident response, hotfix execution — itu craft, bukan checklist.
Sejak Januari 2026, Sheila di PT Mitra Berkat Digital & PT Lazio sebagai Backend Engineer — mengerjakan tour & travel application (Golden Rama, Anoman), real-time notification systems, dan platform Zakat (LAZ Core, Qurban). Stack-nya combination PHP/Laravel + Next.js + Filament + Firebase + Docker. Range produk yang berbeda dari payment platform, tapi disiplin yang sama: scalability, reliability, maintainability.
Paralel dengan semua itu, Sheila juga menjalankan jalur self-published-nya: portfolio site di sheilaa.dev dan blog di blog.sheilaa.dev. Bukan branding move — itu cara dia thinking out loud. Pegiat dengan body of work yang verifiable bukan hanya via LinkedIn, tapi via tulisan dan kode yang dia maintain sendiri.
Di Dartstudio, Sheila adalah Pegiat Circle dengan keahlian yang spesifik: senior full-stack engineering, terutama untuk sistem yang melibatkan payment platforms atau kompleksitas multi-team. Saat engagement Dartstudio membutuhkan kapasitas backend kompleks — terutama yang involve financial transactions, microservices design, atau migrasi legacy ke modern architecture — Sheila adalah orang yang bisa dipanggil. Plus, dengan engineer manager experience dia, dia juga bisa masuk untuk engagement yang membutuhkan bridging engineering decisions ke C-level — yang biasanya adalah pain point real klien.